Maafkan aku mbak… Kini ku tahu mengapa engkau melakukan hal itu. Kini ku tahu mengapa pula engkau menanggapinya. Semuanya memang sudah menjadi takdirmu, takdirku, dan takdir kita. Tak seorangpun dapat mengubahnya.
Dulu aku sempat bertanya, mengapa aku marah kepadamu? Mengapa pula aku sangat membencimu? Dan mengapa pula aku terobsesi ingin menjadi sepertimu. Kini ku tahu bahwa semua itu karena ku sayang kamu.
Aku memang bukan siapa-siapa dirimu. Ku bukan orang yang berarti bagimu. Dan ku bukanlah orang yang berhak akan dirimu. Maafkan aku yang telah mengikutimu, dan telah menjadi sepertimu.
Adalah jalan hidup manusia yang selalu khilaf dan melakukan dosa-dosa. Ku berharap kesalahanmu saat itu adalah kesalahan yang terakhir engkau buat. Ku pun berharap kesalahanku karena ingin menjadi sepertimu adalah kesalahan terakhirku.
Dengan tulisan ini, kumaafkan dirimu dan dirinya saat itu. Semoga kita semua kembali menjadi manusia yang mulia di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Maafkan aku mbak…