
Ah, mengapa di dunia ini ada yang namanya “salah persepsi”, “salah paham”, “salah baca”, “salah dengar”, dan salah-salah yang lain. Mereka itulah yang mengacaukan hubungan persaudaraan dan pertemanan di antara manusia.
Hanya Allah yang tahu apa ada dalam hatiku, apa yang terkandung dalam ucapanku, dan apa yang ada pada tindak lakuku.
Jejaring sosial adalah penyumbang andil terbesar atas keberadaan “kesalahan-kesalahan” tersebut. Dan kita pun mengakuinya, bahwa kita sering mengalaminya.
Bila memang harus menjadi korban atas “kesalahan-kesalahan” itu, semoga aku mampu diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya. Lebih baik memang diam, diam, dan diam.
Social Network adalah kehidupan fanaku, kisah cinta kasihku, dan kehidupan kelamku. Hanya Allah dan (kemudian) aku lah yang mengetahui hakikat makna dari apa yang kutuliskan dan kuucapkan.
| #salah #persepsi | 8:36am 24/12/2010 |