
Saat itu aku pun tahu, bahwa api itu panas, dan panas itu menyakitkan. Sekecil apapun api, ia tetap panas, namun ku tetap bermain-main dengannya.
Panas itu bukan datang dari luar, namun panas tersebut bersumber dari dalam. Ia membesar bak api menyambar dedaunan kering di musim panas.
Ah, seandainya pulsaku habis saat itu, mungkin aku tak akan bermain-main dengannya. Aku terlalu berani mengambil resiko itu, sekalipun harus menerima kenyataan, yakni bila saat itu menjadi fana.
Irfana hanyalah fana…. Ia bukanlah nyata seperti halnya wujudnya…
| #irfana #nyata #api | 10:57pm 23/12/2010 |
